Depok, 7 Oktober 2026 – EduTalks 2026 hadir sebagai forum edukasi dan kolaborasi yang mempertemukan para pelaku dunia pendidikan, profesional teknologi, serta penyedia solusi digital untuk membahas perkembangan teknologi dan transformasi pendidikan di era kecerdasan buatan. Bertempat di Santika Hotel Margonda Depok, kegiatan ini menjadi wadah berbagi wawasan mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), digitalisasi sekolah, pengembangan infrastruktur teknologi, serta inovasi pembelajaran untuk mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang lebih modern, efektif, dan berkelanjutan.
Rangkaian acara diawali dengan registrasi, welcome refreshments, dan product showcase. Pada sesi ini, peserta berkesempatan untuk berinteraksi, membangun relasi, serta mengenal berbagai solusi teknologi yang dapat mendukung kebutuhan pendidikan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta sambutan dari Hj. Asri Mulyanita, SE., MM., Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Depok.
Sesi materi pertama menghadirkan M. Rifky Al Fitrah, SE., M.IKom., Head of Brand & Marketing Indo Mega Vision, dengan tema “Transformasi Sekolah Menuju Era AI”. Materi ini membahas bagaimana perkembangan kecerdasan buatan dapat menjadi peluang bagi institusi pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, efektivitas pengelolaan sekolah, serta kesiapan menghadapi perkembangan teknologi di masa depan. Dalam pemaparannya, AI dijelaskan sebagai teknologi yang dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas pendidikan, mulai dari personalized learning, AI teaching assistant, otomatisasi administrasi, chatbot sekolah, hingga analisis data untuk mendukung pengambilan keputusan. Kehadiran AI bukan dimaksudkan untuk menggantikan peran guru, melainkan membantu tenaga pendidik dalam menyusun materi, membuat evaluasi pembelajaran, menganalisis perkembangan siswa, serta mengurangi pekerjaan administratif yang berulang.
Pembahasan juga menyoroti pentingnya pengelolaan data sekolah sebagai aset strategis. Data siswa, guru, akademik, kehadiran, hingga aktivitas pembelajaran dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan informasi yang lebih akurat dan mendukung keputusan yang tepat. Melalui integrasi berbagai sistem seperti Learning Management System (LMS), perpustakaan digital, presensi, keuangan, dan komunikasi orang tua, sekolah dapat membangun ekosistem digital yang lebih terhubung. Materi ini turut memperkenalkan konsep AI-Ready School, yaitu kesiapan institusi pendidikan dalam mengadopsi teknologi AI melalui penguatan sumber daya manusia, pengelolaan data, infrastruktur digital, serta strategi implementasi yang terarah. Transformasi digital tidak harus dilakukan sekaligus, tetapi dapat dimulai melalui program sederhana seperti AI assistant untuk guru, chatbot sekolah, dashboard data, hingga proyek percontohan sebelum diterapkan secara lebih luas.
Sesi berikutnya disampaikan oleh Sugiyanto Sutikno, Managing Director Indo Mega Vision, melalui materi “Transformasi Digital Sekolah di Era Agentic AI”. Pembahasan berfokus pada pengembangan teknologi pendidikan yang tidak hanya mengutamakan penggunaan perangkat digital, tetapi juga mempertimbangkan manfaat nyata terhadap proses belajar mengajar, kesiapan tenaga pendidik, serta peningkatan kompetensi siswa.Materi ini memperkenalkan pendekatan pemanfaatan AI yang lebih maju melalui konsep Agentic AI, yaitu teknologi yang memungkinkan sistem AI membantu menjalankan serangkaian tugas dengan memanfaatkan aplikasi dan perangkat pendukung. Penerapannya dapat dikembangkan untuk kebutuhan pendidikan, seperti penyusunan materi pembelajaran, pengembangan proyek kreatif, pemrograman, hingga pembuatan desain tiga dimensi menggunakan aplikasi seperti Blender.
Selain itu, pembahasan menyoroti pentingnya infrastruktur sekolah yang mampu mendukung penggunaan teknologi secara optimal. Solusi GEAR VLAB diperkenalkan sebagai salah satu pendekatan pengembangan laboratorium komputer dengan pengelolaan perangkat yang lebih terpusat. Sementara itu, Rainer Ignite diperkenalkan sebagai infrastruktur AI lokal yang dapat mendukung pengembangan layanan kecerdasan buatan di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan tersebut, sekolah dapat merencanakan investasi teknologi berdasarkan kebutuhan, kapasitas pengguna, kesiapan jaringan, dan kemampuan anggaran. Implementasi secara bertahap melalui pilot project juga menjadi bagian penting untuk mengevaluasi manfaat teknologi sebelum dikembangkan ke lebih banyak kelas maupun fasilitas pendidikan.
Setelah rangkaian materi utama, kegiatan dilanjutkan dengan Edu Tech Demonstration dan lunch break. Sesi demonstrasi menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal penerapan solusi teknologi dalam mendukung kebutuhan pembelajaran dan pengelolaan pendidikan.
Sementara itu, waktu istirahat dimanfaatkan untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, serta memperluas jaringan profesional antarpeserta dan mitra teknologi.
Memasuki sesi selanjutnya, Wahana Piranti Teknologi (Iflytex – Weonex) hadir dalam commercial session yang memperkenalkan solusi dan inovasi teknologi untuk mendukung kebutuhan institusi pendidikan.
Kehadiran berbagai penyedia solusi dalam acara ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal pilihan teknologi yang dapat dipertimbangkan dalam pengembangan ekosistem digital sekolah.
Materi berikutnya disampaikan oleh Fibernet Indonesia, yang membahas pentingnya infrastruktur konektivitas internet dalam mendukung kegiatan pendidikan. Pembahasan mencakup perbedaan layanan Internet Broadband dan Internet Dedicated, serta bagaimana pemilihan koneksi yang tepat dapat memengaruhi kelancaran kegiatan belajar mengajar, administrasi sekolah, pembelajaran digital, hingga pelaksanaan ujian berbasis komputer seperti ANBK.
Dalam materi tersebut, koneksi internet yang stabil menjadi salah satu fondasi penting bagi sekolah yang semakin bergantung pada layanan digital. Internet Dedicated menawarkan alokasi bandwidth khusus, kecepatan unggah dan unduh yang simetris, serta dukungan Service Level Agreement (SLA). Sementara itu, penggunaan kombinasi koneksi dedicated dan broadband juga diperkenalkan sebagai salah satu strategi untuk menyesuaikan kebutuhan operasional dengan efisiensi anggaran sekolah.
Setelah seluruh sesi presentasi, acara dilanjutkan dengan panel discussion yang menjadi ruang untuk menghubungkan berbagai perspektif mengenai digitalisasi pendidikan.
Diskusi membahas keterkaitan antara pemanfaatan AI, kesiapan infrastruktur, pengembangan kompetensi tenaga pendidik, konektivitas, serta strategi penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan institusi pendidikan.
Kegiatan kemudian berlanjut melalui Q&A session, memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan dan menggali lebih jauh berbagai topik yang telah disampaikan.
Sesi ini menjadi bagian penting dalam memperluas pemahaman mengenai tantangan dan peluang transformasi digital, sekaligus membuka ruang diskusi mengenai langkah implementasi teknologi yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.
Menjelang akhir kegiatan, suasana semakin menarik melalui doorprize giveaway yang dilanjutkan dengan photo session dan penutupan oleh MC. Rangkaian EduTalks kemudian diteruskan dengan networking session, memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperluas relasi, membangun komunikasi, serta menjajaki peluang kolaborasi dalam pengembangan teknologi pendidikan. Secara keseluruhan, EduTalks Depok 2026 memperlihatkan bahwa transformasi digital pendidikan membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari kesiapan sumber daya manusia, pemanfaatan AI, pengelolaan data, infrastruktur komputasi, hingga konektivitas internet yang andal.
Perkembangan teknologi AI membuka peluang besar bagi institusi pendidikan untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih personal, interaktif, dan efisien. Namun, keberhasilannya tetap membutuhkan perencanaan yang matang, pemilihan teknologi yang sesuai, serta kolaborasi antara tenaga pendidik, pengelola sekolah, dan penyedia solusi digital. Melalui kegiatan ini, EduTalks menjadi salah satu wadah untuk memperkuat pemahaman dan mendorong pemanfaatan teknologi secara lebih luas di sektor pendidikan. Dengan menggabungkan inovasi, kolaborasi, dan strategi transformasi yang berkelanjutan, sekolah diharapkan semakin siap membangun ekosistem pendidikan digital yang cerdas, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.