EduTalks Surabaya Dorong Transformasi Pendidikan melalui AI, Infrastruktur Digital, dan Smart School

Surabaya, 2 September 2026 – EduTalks hadir di Surabaya sebagai forum yang mempertemukan insan pendidikan, pelaku teknologi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas perkembangan teknologi pendidikan serta kebutuhan transformasi digital di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi. Bertempat di Dafam Pacific Caesar Hotel Kota Surabaya, kegiatan EduTalks berlangsung dengan rangkaian agenda mulai dari sesi registrasi, pemaparan materi, demonstrasi teknologi pendidikan, diskusi panel, hingga networking session. Pembahasan dalam acara ini menyoroti pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), digital learning, infrastruktur pendidikan, serta pengembangan kompetensi talenta di era digital.

Memasuki sesi pembukaan, EduTalks dilanjutkan dengan opening speech oleh H. Muhamad Jemadi, S.Ag., M.A., M.Pd., selaku Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Surabaya. 

 

Sesi ini menjadi bagian penting dalam mengawali pembahasan mengenai perkembangan pendidikan dan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi perubahan teknologi yang semakin cepat.

Sesi materi dilanjutkan oleh Tommy Ferdianto, Director of Educational Innovation & Partnership Intel Indonesia, dengan tema “AI & The Future of Talent: Navigating the Future, Bridging Talent Competencies with AI & Emerging Skills.” Presentasi membahas bagaimana perkembangan AI, automation, intelligent systems, dan human-AI collaboration mengubah kebutuhan keterampilan di dunia kerja. Perubahan pasar kerja tidak hanya berdampak pada jenis pekerjaan, tetapi juga mendorong munculnya kebutuhan kompetensi dan emerging skills baru. Karena itu, upskilling, reskilling, dan transformasi kompetensi menjadi kunci dalam mempersiapkan talenta menghadapi era teknologi.

 

 

Dalam bidang pendidikan, Intel memperkenalkan berbagai inisiatif seperti Intel Skills for Innovation, Intel AI for Youth, dan Intel AI for Future Workforce untuk membantu pendidik dan peserta didik mengembangkan keterampilan digital, teknologi, serta kemampuan sosial yang relevan dengan kebutuhan ekonomi digital. Pembahasan ditutup dengan pentingnya membangun sistem pendidikan yang tangguh, memperkuat keterampilan digital, dan mengadopsi teknologi secara tepat. Intel menekankan tiga pendekatan utama dalam penerapan AI di pendidikan: memperluas akses AI, memastikan penggunaan yang aman dan bertanggung jawab, serta melakukan scaling AI untuk memberikan dampak yang lebih luas.

sesi materi dilanjutkan oleh Sugiyanto Sutikno, Managing Director Indo Mega Vision. Pembahasan mengangkat perspektif mengenai pentingnya infrastruktur digital dalam mendukung kebutuhan pendidikan modern. Materi iForte menampilkan ekosistem infrastruktur digital yang mencakup fiber optic, connectivity, cloud solutions, AI, edge data center, hingga berbagai layanan digital. 

 

 

Dalam sektor pendidikan, iForte memaparkan pengalaman dalam menyediakan layanan konektivitas bagi institusi pendidikan. Presentasi mencatat lebih dari 400 klien pendidikan dengan 800+ sites di berbagai wilayah Indonesia, termasuk sekolah dan universitas. Materi tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital pendidikan tidak hanya membutuhkan perangkat di ruang kelas, tetapi juga membutuhkan fondasi konektivitas dan infrastruktur yang mampu mendukung aktivitas pembelajaran digital secara berkelanjutan.

Setelah sesi materi, peserta melanjutkan agenda Edu Tech Demonstration & Lunch Break yang memperkenalkan berbagai penerapan teknologi di lingkungan pendidikan. Salah satunya adalah konsep Smart School yang memanfaatkan AI, komputasi, pengelolaan data, dan infrastruktur digital untuk mendukung proses pembelajaran serta pengelolaan sekolah yang lebih modern dan adaptif.

agenda dilanjutkan dengan Commercial Session oleh Wahana Piranti Teknologi. Presentasi membahas transformasi pendidikan melalui AI Education Technology, dengan salah satu fokus pada kondisi pembelajaran di sekolah serta kebutuhan menghadirkan teknologi yang lebih interaktif. Materi memperkenalkan iFLYTEK SPARK-AI Smart Board, sebuah papan tulis cerdas berbasis AI yang dirancang untuk mendukung pengalaman pembelajaran di kelas.

 

 

Selain smart board, materi juga memperkenalkan solusi hybrid classroom dan cloud-based education. Konsep tersebut memungkinkan pembelajaran menggabungkan aktivitas tatap muka, pembelajaran sinkron, maupun asinkron sehingga materi dapat diakses dengan lebih fleksibel. Teknologi pendukung kelas seperti kamera AI, sistem tracking, microphone array, serta perangkat kolaborasi turut diperkenalkan untuk membantu menciptakan pengalaman pembelajaran digital yang lebih terintegrasi. 

Sesi Commercial Session  selanjutnya di lanjutkan  iForte. Materi iForte memperlihatkan bagaimana ekosistem infrastruktur digital dapat mendukung kebutuhan berbagai sektor, termasuk pendidikan. Infrastruktur yang dipaparkan mencakup jaringan fiber optic, dedicated connectivity, IP Transit, leased line, MPLS, SD-WAN, managed services, serta berbagai solusi konektivitas lainnya. 

 

 

Untuk sektor pendidikan, iForte menampilkan jaringan layanan yang mencakup sekolah dasar dan menengah hingga perguruan tinggi. Presentasi juga menunjukkan penggunaan layanan konektivitas pada sejumlah universitas di berbagai wilayah Indonesia.

Salah satu gagasan yang turut diperkenalkan dalam EduTech demonstration adalah pendekatan Smart School, dengan menggabungkan GEAR VLab dan Rainer Ignite sebagai fondasi pembelajaran digital dan AI lokal.

 

 

GEAR VLab dirancang untuk menyediakan desktop virtual bagi beberapa pengguna melalui satu host, sementara Rainer Ignite menghadirkan AI generatif yang diproses melalui server lokal di lingkungan sekolah. Konsep ini menempatkan akses, pembelajaran, kecerdasan, dan kendali data sebagai bagian dari satu ekosistem. Dalam penerapannya, Rainer Ignite dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan guru dan siswa, mulai dari pembuatan soal dan kuis, lesson plan, adaptasi materi, hingga tutor bertahap, latihan interaktif, penjelasan materi, dan partner coding. Pendekatan tersebut kemudian dapat dikembangkan secara bertahap, mulai dari satu kelas sebagai pilot project, diperluas ke lebih banyak kelas dan guru, diintegrasikan dengan LMS dan CBT, hingga dikembangkan menuju skala multi-kampus.

acara berlanjut ke Panel Discussion selama. Sesi ini menjadi ruang bagi peserta untuk membahas lebih lanjut berbagai isu yang muncul sepanjang sesi presentasi, terutama mengenai penerapan teknologi, AI, infrastruktur digital, serta kesiapan institusi pendidikan.

 

 

 

Diskusi kemudian dilanjutkan dengan QnA Session, yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pertanyaan serta menggali informasi lebih mendalam mengenai penerapan teknologi dalam dunia pendidikan. Rangkaian acara utama kemudian ditutup dengan Doorprize Giveaway, dilanjutkan dengan photo session dan closing oleh MC sebagai penanda berakhirnya seluruh rangkaian acara utama EduTalks.

Melalui EduTalks di Surabaya, berbagai perspektif mengenai AI dalam pendidikan, pengembangan talenta, smart classroom, konektivitas, cloud, serta infrastruktur digital dipertemukan dalam satu forum.

 

 

EduTalks Surabaya menjadi ruang untuk berbagi wawasan, membangun koneksi, dan bersama-sama melihat masa depan pendidikan melalui inovasi teknologi. Untuk mendapatkan informasi terbaru seputar EduTalks dan berbagai solusi teknologi pendidikan, Sampai jumpa di EduTalks berikutnya dengan insight dan inovasi baru!